Gaya Hidup

Gaya Hidup Masyarakat Korea Selatan yang Perlu Kamu Tahu

Korea Selatan mulai dikenal masyarakat dunia berkat K-Pop, K-drama, budaya, dan tempat wisatanya. Musik-musik negeri gingseng ini membawa dampak yang luar biasa bagi kemajuan dunia musik dunia, sehingga dengan cepat para penyanyinya terkenal di berbagai belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia.

Kebudayaannya yang unik dan tempat wisatanya yang cantik juga membuat orang penasaran. Tidak heran kalau semakin banyak turis asing yang datang berkunjung ke Korea Selatan untuk menikmati hal-hal yang belum pernah dirasakan di negara mereka. Di samping itu, masyarakat lokalnya memiliki gaya hidup yang unik, sehingga kamu yang mau berlibur ke sana harus mempelajarinya dulu agar tidak salah paham.

1. Suka menabrak
Kebiasaan suka menabrak ini bukan dalam konteks kendaraan, tapi manusianya. Penduduk di sana memiliki prinsip yang selalu ditekankan, yaitu waktu adalah uang. Jadi, mereka sering kali terburu-buru kalau saat jalan menuju tempat kerjanya atau kampus. Tidak heran kalau mereka sering menabrak orang di depannya karena jalannya yang tergesa-gesa.

2. Lebih takut dengan CCTV
Banyak negara yang penduduknya takut pada polisi lalu lintas, tapi tidak buat orang-orang Korea Selatan. Mereka lebih takut pada CCTV yang terpasang hampir di setiap sudut jalanan. Cara ini sebenarnya cukup efektif untuk mengajarkan masyarakatnya tertib lalu lintas.

Kalau ketahuan melanggar, dalam 2 hari ke depan pelaku akan menerima kiriman surat tilang mengenai pelanggaran yang disertai dengan foto tempat mereka melanggarnya.

3. Pindah rumah, perabotan lama dibuang
Kebanyakan orang Indonesia masih membawa barang-barang lamanya ke rumah barunya karena terlalu boros lagi untuk membelinya yang baru. Tapi, di Korea Selatan masyarakatnya lebih memilih membuang perabotan lamanya dan menggantinya yang baru.

Barang-barang yand dibuang akan diletakan di suatu tempat khusus dan memperbolehkan siapa pun mengambilnya tanpa membayarnya. Uniknya, kalau perabotannya tidak semuanya diambil oleh orang lain, maka pemerintah setempat akan memberikan denda pada pemiliknya.

4. Belanja di minimarket tidak dikasih plastik
Kamu yang berbelanja di minimarket Indonesia pasti akan diberikan plastik sebagai wadah pembungkusnya. Tapi buat kamu yang belanja di minimarket Korea Selatan, kamu tidak akan diberikan kantong plastik sama sekali. Memintanya ke pelayannya juga akan dikenakan biaya tambahan. Jadi mau tidak mau pembeli harus membawa kantong belanja sendiri untuk membawa barang-barang bawaannya.

5. Saat makan, orang harus mengeluarkan suara
Buat orang Indonesia, makan sambil mengeluarkan suara mengecap akan dianggap tidak sopan. Tapi tata krama itu tidak berlaku di Korea Selatan karena mereka mengharuskan orang mengeluarkan suara saat sedang mengunyah. Kebiasaan itu dianggap mereka sopan karena sudah menghargai makanan yang mereka buat.

Perbedaan gaya hidup yang ada di Indonesia dengan di Korea Selatan memang berbeda. Tentu kamu harus membiasakannya agar tidak terjadi salah paham di sana. Liburan di Korea Selatan pun akan semakin nyaman.

Gaya Hidup Masyarakat Indonesia yang Dinilai Unik oleh Para Turis Asing

Indonesia sudah semakin populer di mata dunia. Melalui keanekaragaman budaya, makanan, agama, tempat wisata, dan gaya hidupnya, orang-orang mancanegara merasa kagum akan kayanya apa yang dimiliki oleh Indonesia. Tidak heran kalau mereka mau menyempatkan diri untuk datang ke tanah air agar bisa merasakan sendiri keanekaragaman itu.

Dari gaya hidup yang dilakukan oleh orang Indonesia, tentu kebiasaan-kebiasaan itu berbeda dengan yang ada di negara luar. Jadi saat para turis melihatnya, mereka menilainya unik karena tidak biasa mereka lakukan sehari-hari. Kebiasaan apa yang membuat orang Indonesia unik?

1. Melepas alas kaki saat bertamu
Saat masuk ke dalam rumah, kebanyakan tamu otomatis langsung melepas alas kakinya di muka rumah atau teras. Kebiasaan ini tidak seperti di luar negeri. Di negara luar, para tamu akan masuk begitu saja tanpa melepas alas kakinya. Mereka tidak ragu-ragu masuk dengan menggunakan sepatu atau sandal karena sudah menjadi kebiasaan umum di sana.

Kalau di Indonesia, melepas alas kaki menandakan kalau mereka menghormati pemilik rumah. Tamu tidak mau rumahnya kotor karena alas kaki yang mereka gunakan, jadi mereka melepasnya di luar.

2. Makan pakai tangan
Kebiasaan makan pakai tangan menjadi hal yang biasa untuk orang-orang Indonesia. Mereka sudah menganggap kalau memakai tangan, makan akan menjadi lebih nikmat dan tidak repot. Tapi untuk para turis yang melihatnya, kebiasaan ini sangatlah unik.

Di luar negeri orang-orangnya sudah diajari untuk makan menggunakan sendok dan garpu, bahkan pisau kalau diperlukan. Saat para bule melihatnya, pada awalnya mereka menganggapnya jorok. Tapi, setelah mencobanya, ternyata mereka juga ikut ketagihan makan memakai tangan.

3. Makan nasi setiap saat
Orang Indonesia sudah tertanam ungkapan belum makan nasi, berarti belum makan. Ya, masyarakat Indonesia identik dengan nasi, sehingga segala makanan yang berat harus dilengkapi dengan nasi agar tambah kenyang. Mulai dari mie, bakso, bahkan sampai roti tertentu mereka lengkapi dengan tambahan nasi.

Di negara luar, seperti Amerika dan Eropa, nasi jarang sekali disajikan. Jadi, saat mereka datang ke Indonesia, mereka menilainya unik karena memang jarang terjadi di negara mereka. Tapi kebiasaan ini memang tidak sehat. Tidak heran kalau kebanyakan orang Indonesia gampang obesitas atau kegemukan karena mengkombinasikan nasi dengan makanan berat lainnya.

4. Mandi memakai gayung
Di negara Eropa, Amerika, Jepang, dan negara besar lainnya, peralatan mandi yang diperlukan hanya shower atau bathtub saja. Mereka tidak ada yang menggunakan ember atau bak yang menampung air. Untuk mandinya saja mereka tidak ada yang memakai gayung.

Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang mandi menggunakan gayung. Kebiasaan ini memang sangat minimalis karena air yang terpakai hanya sedikit dibandingkan menggunakan shower atau bathtub.

Gaya hidup yang dianggap biasa oleh orang Indonesia ternyata membawa keunikan tersendiri buat para turis mancanegara yang melihatnya. Sebenarnya kamu patut berbangga karena kebiasaan ini jarang terjadi di negara-negara lainnya.

Kebiasaan Sepele yang Membuat Hari Kamu Berantakan Tiba-tiba

Setiap hari, tentu kamu berharap kalau kamu mau melewatinya dengan tenang tanpa ada gangguan apa pun. Dengan melewati harinya tanpa masalah, tentu kamu menjadi semakin bahagia dan percaya diri untuk melanjutkan ke hari berikutnya. Tapi, terkadang kamu tidak sepenuhnya mendapatkan hari yang sempurna karena pasti dalam seminggu kamu akan mengalami mood berantakan dan itu pun hanya karena masalah sepele saja.

Rasa ingin marah, kecewa, malas, dan sebagainya tentu membuat hari kamu terasa sangat berantakan, sehingga tidak mau melakukan apa-apa. Kebiasaan-kebiasaan yang sepele memang tidak bisa diremehkan. Tapi, kamu harus bisa mengendalikannya agar suasana hati tidak mengganggu kegiatan kamu.

Dari banyaknya masalah sepele yang biasanya terjadi, apakah dari beberapa di bawah ini sering kamu alami?

1. Kuota internet habis
Hal yang menyebalkan membuat mood berantakan pertama yaitu kuota internet habis. Kuota internet merupakan bagian yang paling penting dalam kebutuhan apa pun yang berhubungan dengan smartphone. Aplikasi-aplikasi yang ada di dalam smartphone pastinya memakai internet agar bisa digunakan dengan sempurna.

Misalkan kamu yang berkomunikasi memakai aplikasi chat, tanpa internet, kamu tidak bisa membuka pesan-pesannya, sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Akan sangat merepotkan, kan, apalagi kamu sedang terburu-buru membutuhkannya.

2. Jaringan bermasalah
Tidak semua daerah memiliki jaringan yang bagus dan sesuai dengan vendor jaringan yang kita pakai. Ketika kamu sedang berada di tempat yang tidak terjangkau oleh jaringannya, tentu kamu akan kesal dan mencari cara untuk menaikan jaringannya. Kamu tidak bisa menggunakannya untuk berinternet, bahkan hanya sekedar telepon biasa atau SMS susah.

3. Lupa bawa charger
Lupa bawa charger adalah masalah yang umum terjadi dan pasti terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita yang teledor ketinggalan atau lupa membawanya tentu menjadi masalah buat ketahanan baterai gadget kita, entah itu smartphone atau laptop. Di saat kita mau memakainya buru-buru, tiba-tiba baterai menipis dan tidak bisa kita gunakan.

Kamu yang berada di posisi itu pasti kamu akan merasa menyesal tidak membawanya dan berusaha mencari pinjaman charger-nya. Beruntung kalau orang yang meminjamkannya charger-nya cocok dengan HP kamu. Tapi kalau tidak? Bisa-bisa kamu tambah stress.

4. Aplikasi ojek online error
Ojek online menjadi bagian yang penting dalam moda transportasi saat ini. Kamu tidak usah lagi repot-repot mencarinya sendiri di jalanan, karena hanya dengan klik-klik saja melalui smartphone, kamu sudah bisa langsung memesannya di aplikasi ojek online-nya. Dalam hitungan menit, pengemudi sampai dan mengantarkan kamu ke tempat tujuan.

Tapi, bagaimana kalau tiba-tiba aplikasinya error dan tidak bisa digunakan? Entah itu karena kesalahan sistem ojek online-nya atau dari jaringan kamu sendiri, yang jelas kamu pasti pusing tidak bisa memanfaatkan kemudahan itu. Yang terburu-buru pun akan merasakan hal yang sama. Rasa takut terlambat, takut dimarahi, dan sebagainya akan muncul dipikiran mereka.

Meski hanya masalah sepele, ternyata tidak bisa diremehkan juga. Hari-hari kamu yang awalnya berjalan mulus, harus berantakan karena penyebab-penyebab itu saja. Tapi, coba untuk mengendalikannya karena kegiatanmu yang lain jangan sampai ikut berantakan.

Dampak Negatif Penggunaan Teknologi yang Dialami Anak Millenial

Teknologi adalah hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Tanpa adanya teknologi, kegiatan atau pekerjaan kita akan susah dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya. Generasi Y atau millenial merupakan kalangan yang sudah semakin susah melepas hal-hal yang berbau teknologi, contohnya gadget atau smartphone.

Dibalik manfaatnya yang mendukung aktivitas manusia kekinian, pasti ada sisi negatif yang tidak bisa terhindarkan, apalagi kamu yang menggunakannya terlalu berlebihan. Di bawah ini dampak-dampak negatif yang perlu kamu tahu.

1. Anti sosial
Anak-anak millenial yang sudah terpaku dengan smartphone akan menjadi pribadi yang anti sosial. Istilah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat sangat pas untuk mereka. Ya, sejak adanya gadget, kebanyakan orang hanya meluangkan waktunya untuk bermain-main gadget saja tanpa memperdulikan sosialisasi mereka ke orang lain, terutama keluarga sendiri.

Mereka yang sudah terbiasa memegang HP seharian tentu tidak akan gampang diajak ngobrol dan dikenal membosankan. Tidak jarang, kan saat kamu berkumpul bersama teman-teman, sebagian dari mereka ada sibuk terus dengan gawainya dan tidak mengikuti obrolan yang lain?

2. Sosial climber
Sosial climber atau panjat panjat sosial adalah perilaku yang mau dinilai berada di kelas atas. Berbalik dari anti sosial, kebiasaan buruk ini hanya menginginkan teman yang berada di kelas atas atau sederajat dengan mereka. Selain itu, mereka tidak mau berteman dengan orang-orang yang berada di bawah mereka karena dinilai tidak keren.

Pergaulan ini bisa saja tiba-tiba muncul karena tidak menggunakan smartphone dengan tepat, terlebih pemakaian sosial media. Mereka pasti selalu memposting kehidupan-kehidupan mewahnya ke akun mereka, sehingga semakin banyak orang yang berada di kelas atas berteman dengan mereka.

3. Obesitas
Obesitas juga termasuk dampak negatif yang dialami anak-anak millenials karena gaya hidup yang tidak seimbang. Pola makan yang tidak benar menjadi faktor utama berat badan cepat naik. Mengkonsumsi makanan cepat saji, makanan atau minuman manis, dan lain-lainnya merupakan gaya hidup yang selalu dilakukan oleh kaum kekinian.

Makanan-makanan itu mengandung banyak kolesterol jahat, lemak, serta garam yang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Kamu boleh saja sesekali mengkonsumsinya, tapi kalau tidak diimbangi dengan pola yang sehat, tentu berat badan tidak akan turun-turun.

4. Kemampuan akademik menurun
Anak-anak milenial yang selalu bergantung pada gawai akan membuat kegiatan belajarnya semakin menurun. Mereka akan menjadi lebih malas belajar karena kebanyakan waktunya hanya untuk bermain smartphone saja. Mereka menganggap kalau bermain HP lebih menyenangkan daripada harus belajar yang harus banyak berpikir.

Kalau tidak di atasi dengan baik, kemampuan akademiknya lama kelamaan akan semakin menurun. Nilai-nilai pelajaran akan cepat menurun karena otaknya tidak sepenuhnya konsentrasi dengan materinya.

Penggunaan teknologi memang baik untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, alangkah baiknya kalau kamu juga harus membatasinya agar tidak terkena dampak-dampak negatif itu.

Bagaimana Meningkatkan Produktivitas di Saat Musim Liburan

Liburan adalah waktu yang menyenangkan untuk siapa pun. Mereka tidak usah memikirkan pekerjaan, tugas sekolah, dan sebagainya yang biasanya mereka terima di hari-hari biasa. Mereka bebas melakukan apa pun yang mereka mau yang tidak bisa mereka lakukan di saat hari masuk kerja atau kampus.

Tapi, terkadang musim liburan membuat kamu kurang produktif, apalagi yang sudah terlalu malas untuk melakukan apa pun. Meski kamu sedang di masa yang tenang dari segala jenis tugas-tugas kantor atau kampus, sebaiknya kamu juga harus produktif agar keseharian kamu tidak membosankan. Tidak heran ada yang menilai kalau libur terlalu lama akan membuat hari-hari akan semakin bosan.

Penyebabnya karena kamu kurang produktivitas, sehingga hari-hari kamu akan membosankan. Cobalah kamu melakukan cara ini agar lebih produktif lagi.

1. Catat apa yang mau dilakukan besok
Agar kegiatan yang kamu mau jalani lebih gampang, sebaiknya kamu perlu mencatatnya di buku catatan atau di smartphone kamu. Kamu catat saja apa yang mau dilakukan besok hari agar kamu tidak lupa dan tidak terburu-buru.

Adanya catatan itu tidak akan membuat kamu besoknya membuang-buang waktu untuk mengingat kegiatan apa yang mau dilakukan. Kamu bisa lebih menghemat waktu dan menggunakannya untuk keperluan lainnya, seperti beristirahat, berkumpul bersama teman atau keluarga, dan sebagainya.

2. Tidur dengan waktu yang tepat
Saat liburan, terkadang kita bebas mau tidur larut malam atau begadang sampai pagi. Padahal kebiasaan itu tidaklah sehat dan merusak kesehatan kita. Akibatnya saat paginya kamu akan mengantuk dan tidak bisa melakukan kegiatan lainnya. Rasa malas akan semakin menumpuk karena kamu sering menguap berkali-kali.

Agar produktivitas kamu tetap meningkat, sebaiknya kamu tidur di waktu yang tepat. Tidurlah sekitar jam 10 dan bangun pukul 5 atau 6 pagi. Badan kamu pasti akan tetap segar dan bersemangat untuk menyambut hari baru.

3. Sarapan
Kamu pasti sering mendengar kalau sarapan sangat penting untuk aktivitas seharian. Ya anggapan itu memang benar karena sarapan bisa memberikan energi lebih untuk beraktivitas. Otak kamu juga bisa mendapatkan kesegaran, sehingga akan lebih gampang berkonsentrasi.

Awali hari kamu dengan menu sarapan yang menyehatkan, seperti telur rebus, sereal, oat meal, roti panggang, dan sebagainya. Jangan langsung makan berat, seperti nasi agar kamu tidak ngantuk saat siang harinya.

4. Jangan tunda pekerjaan rumah
Saat libur, waktunya memang lebih banyak dipakai untuk bersantai-santai saja, sehingga tidak jarang pekerjaan rumah menjadi terbengkalai, seperti mencuci baju, cuci piring, membersihkan ruangan, dan sebagainya. Kamu selalu menjanjikan membersihkannya nanti saja, tapi belum juga terlaksana karena menunda-nundanya.

Lebih baik kamu jangan menundanya karena pekerjaan rumah akan semakin menumpuk. Sedikit-sedikit semakin lama menjadi bukit juga cocok untuk pekerjaan rumah yang tertunda. Semakin kamu melakukannya nanti-nanti, maka akan semakin menumpuk kotorannya.

Hari libur jangan kamu gunakan untuk bermalas-malasan saja. Banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan agar kebiasaan produktivitas tidak hilang saat mulai masuk sekolah atau kerja. Kalau kamu membiarkannya, nanti kemalasan itu akan gampang datang saat kamu sudah kembali beraktivitas.

Kebiasaan Hedonisme Bisa Kamu Hilangkan dengan Cara Ini

Di zaman sekarang, perilaku manusia mulai gampang berubah-ubah karena terpengaruh dari faktor-faktor tertentu, entah itu pergaulan, budaya, dan masih banyak lagi yang lainnya. Belakangan ini mungkin kamu sudah tidak asing lagi yang namanya perilaku hedonisme yang sudah menjadi gaya hidup kekinian di masyarakat perkotaan.

Kebiasaan itu sebenarnya bukanlah hal yang positif karena seseorang yang hedon tidak bisa mengendalikan dirinya untuk berbelanja atau bersenang-senang. Mereka rela membayar berapa pun, yang penting mereka senang tanpa memperdulikan orang lain.

Buat kamu yang sudah terlanjut hedon menjadi kebiasaan buruk kamu, sebaiknya kamu ikuti cara-cara di bawah ini agar bisa dihilangkan.

1.Tingkatkan kesadaran
Sebelum kamu terlalu jauh membiasakan diri menjadi seseorang yang hedon, lebih baik kamu sadarkan diri dulu dan ubah pola pikir kamu. Kamu harus sadar di mana kamu tinggal, bagaimana kehidupanmu selama ini, apakah semuanya sudah mencukupi atau masih berkurangan, dan sebagainya. Coba kamu renungkan dulu hal-hal itu agar kamu tidak menjadi seorang yang hedonisme parah.

Jangan biarkan sifat hedonisme menarik diri kamu untuk terpengaruh. Akibatkan akan ada banyak dampak negatif yang bisa kamu dapatkan dalam hidupmu ke depannya. Dengan meningkatkan kesadaran dalam diri sendiri, tentu kamu akan semakin gampang mengarahkan diri ke arah yang lebih baik dan tertata.

2.Sukses tidak didapat dari senang-senang
Jangan anggap apa yang membuat kamu sukses bisa didapat secara instan dan hanya bersenang-senang saja. Butuh proses yang tidak sebentar, niat, serta kerja keras agar kamu bisa meraih kesuksesan. Kalau kamu menilai dalam menikmati kehidupan kamu harus terus senang-senang, itu salah. Bersenang-senang memang bisa menenangkan pikiran dan menurunkan stress tapi ingat kalau kesenangan itu hanya bersifat sementara.

Masa muda adalah masa yang cukup rentan terhadap hal yang sifatnya senang-senang. Sebagian dari mereka banyak yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang saja, sehingga tidak siap menghadapi masalah di depannya. Biasakan diri untuk menghadapi masalah dengan tidak mengikuti orang-orang yang bersifat hedon.

3.Perhatikan orang-orang yang tidak beruntung
Tidak semua orang memiliki nasib yang baik. Ada yang tinggal di pinggir jalan, hidupnya hanya meminta-minta dari orang lain, dan sebagainya. Kamu yang masih beruntung memiliki tempat tinggal dan hidupnya serba berkecukupan, sebaiknya kamu juga harus memperhatikan orang-orang yang tidak beruntung. Manfaatkan saja sifat hedon kamu untuk membagikannya ke orang yang lebih membutuhkan.

Kamu tidak akan boros untuk kepentingan dirimu sendiri, tapi juga kebutuhan orang lain. Dengan cara ini, kamu bisa belajar artinya bersyukur dalam kehidupan sehari-hari. Jangan berpikir untuk selalu hidup serba berlebihan tanpa melihat orang di bawah kamu. Jadikan peluang kamu yang sudah mencukupi menjadi inspirasi untuk mereka dan bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Sifat hedonisme memang bisa membawa dampak yang buruk buat kebiasaan kamu. Pastikan kamu selalu bersyukur dan membagikan apa yang kamu miliki dengan orang lain. Dengan terbiasa melakukannya, kamu tidak akan hedon lagi dan hidup lebih baik.

Tips Belanja Cerdas di Mall yang Harus Kamu Tahu

Buat orang-orang yang suka ke mall, tidak jarang mereka tiba-tiba kalap menghabiskan uangnya karena berbelanja adalah hal yang menyenangkan untuk mereka. Tapi, kalau terlalu sering berbelanja di sana, tentu uang tabungan kamu cepat habis, apalagi harga-harga barang di mall mahal-mahal.

Kamu harus membiasakan diri untuk mengontrol keuangan kamu agar tidak kalap saat bermain-main di mall. Perlu kamu lakukan belanja cerdas seperti di bawah ini untuk menahan sifat belanja kamu.

1.Tulis barang yang dibutuhkan
Saat kamu sedang di mall, tentu kamu akan melihat banyak toko-toko di sebelah kanan-kiri kamu. Pada awalnya kamu hanya melihat-lihat saja. Tapi lama kelamaan mata kamu akan semakin tergiur, apalagi melihat harganya yang sudah diskon-diskon. Tidak usah pakai lama, pasti kamu langsung membelinya tanpa pikir panjang.

Padahal, kamu perlu membuat dulu catatan untuk barang-barang yang kamu butuhkan saja. Cari saja apa yang kurang dari kebutuhan kamu sehari-hari dan yang selalu dipakai setiap saat. Jangan membeli yang jarang digunakan, bahkan sering menjadi pajangan saja. Cara bijak berbelanja ini tentu akan membuat kamu semakin hemat dan terhindar dari kalap mata.

2.Sesuaikan budget
Sebelum berbelanja di mall, kamu harus memastikan dulu apakah kamu punya anggaran yang cukup atau tidak. Kondisi keuangan sangat penting kamu perhatikan agar kamu tidak sampai kehabisan saat di tengah-tengah bulan. Meski kamu mau barang yang sudah benar-benar dibutuhkan, tetap saja kamu juga harus mempertimbangkan kondisi finansialnya.

Kalau memang masih terlalu pas-pasan, alangkah baiknya kalau kamu menunda dulu barang-barang yang lain dan prioritaskan barang penting itu. Dengan cara ini, kamu tidak akan menyia-nyiakan uangmu dengan percuma karena sudah mempertimbangkan harganya.

3.Cari diskon
Diskon adalah cara terbaik untuk membeli harga murah. Tidak jarang toko-toko di mall sudah mempersiapkan diskon khusus untuk para pelanggannya di waktu-waktu tertentu. Biar kamu tidak ketinggalan diskonnya, alangkah baiknya kalau kamu mencari informasi diskonnya di website resminya.

Kalau tidak, bisa cek akun sosial medianya buat toko yang punya akun sendiri. Cara ini jauh lebih gampang daripada kamu harus sengaja datang ke mall untuk bertanya ke tokonya. Tentu membuang-buang waktu kamu. Pastikan cara cerdas ini kamu lakukan agar tidak ketinggalan diskon menarik/

4.Belanja sendiri
Saat pergi ke mall, pasti tidak jarang kamu ditemani oleh teman-teman kamu agar semakin ramai dan seru. Padahal, membawa orang lain saat berbelanja membuat kamu bisa boros secara tiba-tiba. Awalnya kamu tidak mau membeli barang yang mereka beli, tapi karena ajakan mereka dan kamu tergiur dengan penawarannya, kamu dengan cepat akan ikut membelinya. Jadikan lebih baik kalau kamu pergi belanja sendiri.

Sudah tahu, kan belanja cerdas di mall? Tidak ada kata boros lagi buat tabungan bulanan kamu. Biasakan diri untuk tidak kalap mata, apalagi buat kamu yang uangnya pas-pasan. Lebih baik kamu tabung untuk kebutuhan yang benar-benar di perlukan saja.