Menu

Ciri-ciri Gaya Hidup Social Climber yang Tidak Sehat

Sosial media dikenal sebagai media informasi dan hiburan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa memiliki akun medsos sendiri agar mereka bisa mendapatkan hiburan atau informasi secara lebih lengkap. Tapi, tidak sedikit juga yang menggunakan sosial media untuk mencari eksistensi sendiri yang lebih dikenal dengan sebutan social climber.

Social climber merupakan orang yang memakai media pertemanan untuk mendapatkan atau menaikan status tertentu. Meski kamu tidak terkena dampaknya langsung, tapi kamu harus tahu dulu ciri-ciri yang bagaimana gaya hidup pemanjat sosial yang tidak sehat.

1. Sangat terobsesi dengan status

Berbeda dengan pengguna media sosial biasa, social climber mencari teman hanya memandang dari status orang itu sendiri. Mereka tidak peduli dia siapa, yang penting adalah status sosial yang dimilikinya. Mereka pasti akan menyaring teman-teman yang benar-benar mampu membeli barang mewah dan yang tidak. Jadi, social climber akan ikut mendapatkan status yang lebih tinggi.

2. Branding diri

Bagi pemanjat sosial, penampilan adalah hal yang penting dan nomor 1. Hal lainnya mereka tidak anggap penting karena mereka hanya ingin menonjolkan pencitraan diri saja. Sikap branding diri itu juga lebih mementingkan gaya hidup yang glamor dan merencahkan gaya hidup minimalis yang serba berkecukupan.

Ciri-ciri ini akan terbentuk secara cepat, apalagi bergaul dengan teman-teman yang memiliki status yang tinggi, sehingga diri mereka akan dinilai oleh orang-orang juga ikut setara dengan mereka.

3. Pilih-pilih teman

Gaya hidup social climber tidak jauh-jauh dari memilih-milih teman. Mereka yang haus akan pengakuan dari orang lain pasti hanya mau berteman dengan orang-orang yang memiliki kelas yang lebih tinggi. Mereka akan mencari cara untuk berusaha masuk ke dalam kelompok itu bagaimana pun caranya. Mereka tidak akan mempedulikan orang yang statusnya lebih rendah karena hanya menganggap pengganggu saja.

4. Memanfaatkan teman

Meski mereka berteman dengan orang yang dianggap lebih rendah darinya, mereka hanya berteman untuk memanfaatkannya saja. Mereka melakukannya karena untuk memuaskan diri mereka sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, sehingga keuntungannya hanya mereka sendiri yang menerima.

5. Tidak ada empati

Kalau kamu melihatnya sekilas, social climber punya banyak teman. Tapi dibaliknya, mereka tidak dekat dengan mereka secara personal. Sebagai pemanjat status sosial, mereka tidak memiliki empati pada orang lain, lebih narsis, dan egois.

6. Haus akan pusat perhatian

Ciri-ciri yang paling mendasar dari sosial climber adalah mereka haus untuk menjadi pusat perhatian. Mereka hanya mau dipuji dan dibanggakan karena perasaan mereka akan jauh lebih senang. Kalau mereka tidak mendapatkannya, mereka akan mencari cara apa pun agar orang lain bisa memuji mereka.

Waspadai teman-teman di seliling kamu kalau memiliki ciri-ciri itu. Punya teman memang menyenangkan, tapi alangkah baiknya kalau kamu juga memilih mana yang baik dan mana yang tidak. Jangan sampai kamu ikut menjadi sosial climber yang tentunya tidak baik buat kesehatan mental dan pola pikir kamu.